Sifat sabar adalah salah
satu sifat yang mempunyai kedudukan yang sangat penting didalam kehidupan. Sehingga didalam al-Qur’an menuntun manusia
untuk selalu bersifat sabar, dan
menjadikannya menjadi sebuah pegangan hidup.
Sifat sabar selalu berhubungan dengan iman dan taqwa, sperti yang
dijelaskan pada salah satu ayat al-Qur’an yang artinya “ Maka bersabarlah
kamu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar “.
Seperti yang pernah
dicontohkan oleh Rasulullah, betapa beliau dalam menyebarkan ajaran yang ia
bawa, begitu banyak tantangan yang ia hadapi namun dengan sabar dan penuh
dengan tawwakal akhirnya beliau berhasil dalam menyebarkan ajaran atau risalah
yang beliau bawa. Selain sabar dalam menghadapi tantangan yang dating dari kaum
quraisy pada waktu itu, beliau juga dengan sabar menyelesaikan semua kemelut
yang terjadidi kalangan umat Islam pada waktu itu
Dan sifat sabar yang
seperti dicontohkan oleh Rasulullah ini
adalah merupakanletak sebuah nilai dari kesabaran yang sebenarnya, yang
patut untuk kita jadikan teladan.
Sehubungan dengan sifat
sabar yang telah dijelaskan tadi, maka kami sebagai penulis hendak memberikan
sedikit penjelasan di dalam pembahasan tema kali ini, dengan mengamil topic “
Sabar serta urgensinya dalam kehidupan keseharian “
Didalam Al-Qur’an Q.S.
Alfushilat (41:34 ) yang artinya: “ Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang
leih baik, maka tiba-tiba orang antaramu dan antara dia ada permusuhan
seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia “
Sabar dalam berbagai
pengertian adalah sikap menahan diri dari sesuatu perbuatan yang dampak
dikemudian harinya jauh lebih baik dari pada perbuatan itu dilakukan. Sabar
juga mengandung pengertian rela menerima cobaan atau ujian yang diberikan oleh
Allah.
Menurut kebiasaan didalam
al-Qur’an, menyebutkan pengertian sabar ditujukan kepada setiap kondisi yang
sangat berat disanggah oleh jiwa. Dan tidak diragukan lagi, bahwa seseorang
memendam rahasianya kepada para kekasih, keluarganya, teman teman sekerjaan,
dan kaum kerabatnya adalah sesuatu yang berat baginya untuk berbagi. Juga
merupakan hal yang menyenangkan jiwa jika seseorang sharing masalah apa yang terpendam dalam
lubuk hatinya kepada orang yang disenangi dan dipercayai.
Ketika Allah melarang
kaum mu’minin mengambil teman khusus selain mereka dan mendukungnya, disebabkan
kebencian dan kedengkian yang tampak pada diri mereka maka selain daripada itu,
Allah mengingatkan agar berlaku sabar atas beban berat itu, agar mereka
melakukan tindak pencegahan demi keselamatan diri dari perbuatan maker orang –
orang yang tidak bertanggung jawab dan berpandangan provokatif negative.
Dalam kajian diatas,
terkandung pelajaran bagi manusia dalam memperlakukan rival mereka. Untuk itu,
Allah memerintahkan kita untuk berlaku sabar dalam menghadapi permusuhan,
kepala boleh panas akan tetapi hati tetap dingin. Kita harus berhati-hati atas
tindakan permusuhan mereka, dan Allah tidak memerintahkan kita berlaku sama
seperti yang mereka lakukakan terhadap kita, yakni kejahatan dibalas dengan
kejahatan. Sebab, kebiasaan al—Qur’an
selalu memerintahkan kepada kebaikan dan kecintaan, seperti yang tercantum
dalam surat alfushilat tersebut diatas.
Sebagai ilustrasi ada beberapa peristiwa penting dimasa Nabi
yang berkaitan dengan sabar, diantaranya adalah:
a. Perang Badar
Firman Allah dalam surat Al Imran, (
3:124-126 ) yang artinya:
“ (ingatlah), ketika kamu mengatakan
kepada orang mu’min; apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan
tiga ribu malaikat yang diturunkan ( dari langit )?’ya (cukup), jika kamu
bersabar dan bersiap siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika
itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda. Dan Allah tidak
memberikan bala bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenanganmu),
dan agar tentram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah
Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.
Di ayat ini, menjelaskan betapa
kesabaran kaum muslimindidalam peperangan itu yang membuahkan kemenangan bagi
kaum muslimin. Dan didalam perang badar itu kaum muslimin sedang
menjalankan ibadah puasa. Dalam peperangan
itu mereka juga harus tetap sabar dan menahan diri dari segala sesuatu yang
akan membatalkan ibadah puasa mereka
b. Perang Uhud
Berbeda dengan yang
terjadi pada perang badar, pada perang uhud kaum muslimin justru mengalami
kekalahan yang telak. Bahkan menurut catatan sejarah, rasulullah sendiri
terluka. Dan penyebab utamanya adalah ketidak sabaran para pasukan pemanah yang
terpengaruh dengan harta rampasan perang yang ditinggalkan oleh pasukan musuh.
Pada awal pertempuran musuh sempat dipukul mundur, namun melihat pasukan
pemanah dari barisan kaum muslimin yang sibuk mengambil harta rampasan, musuh berbalik menyerang dan
berhasil memporakporandakan pasukan muslimin.
Firman Allah dalam surat
al-imran,3:120 yang artinya: “ ……Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya
tipu daya mereka sedikitpun tidak
mendatangkan kemudharatan kepadamu, Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa
yang mereka kerjakan”.
Dari dua ilustrasi cerita
diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa sifat sabar adalah kunci menuju
kemenangan melawan hawa nafsu serta taat kepada perintah dan larangan pemimpin,
termasuk terhadap godaan ghanimah yang sempat menjebak pasukan pemanah meninggalkan posisinya. Juga kunci suksesnya
adalah bertaqwa kepada Allah yang tiang pokoknya adalah taat kepada perintah
dan larangan Rasulullah sebagai pemimpin tertinggi kala itu.
19.08
Unknown

Posted in: 

0 komentar:
Posting Komentar