Hati kita bagaikan selembar kertas putih apabila
diteteskan dengan tinta hitam lama kelamaan akan menjadi hitam dan kelam yang
berarti kertas tersebut tidak ada fungsinya untuk menuliskan sesuatu,
sebaliknya jikalau kertas tersebut putih tidak ada tetesan tinta tentunya akan
terasa indah untuk menuliskan kalimat kalimat penuh hikmah.
Hati yang dikotori dengan hawa nafsu akan sulit
memahami suatu perkara dengan pemahaman yang benar, karena yang menjadi
pondasinya bukan mencari kebenaran, akan
tetapi apa yang sesuai dengan syahwat
dan hawa nafsunya. Oleh karena itu,
orang yang ingin mencari kebenaran hendaklah membersihkan hatinya dari dua
penyakit yang kronis yaitu hawa nafsu dan syahwat.
Hati yang lembut akan sangat mudah menerima hidayah sedangkan
hati yang keras laksana batu akan sangat sulit menerima suatu kebenaran,
hidayahpun akan enggan menghampirinya.
Dan tugas setan adalah menggoda manusia untuk tidak menerima kebenaran,
setan akan sangat bahagia jika semakin
banyak manusia yang menjadi followernya dalam melakukan maksiat, ia pun akan
sangat bangga jika jumlah followernya semakin bertambah banyak.
Diantara cara yang ditempuh adalah menjadikan manusia
bingung keheranan ditengah tengah keberagaman pemahaman dan pemikiran,
kebenaran menjadi samar bahkan
digambarkan sebagai sesuatu yang menakutkan, dan kebatilan dihiasinya dengan
berbagai macam hiasan.
Tidak bisa kita pungkiri bahwa umat Islam pada zaman
sekarang telah terpecah belah dan terkotak kotak, setiap kelompok
akan bangga dengan atribut kelompoknya, sehingga menimbulkan fanatisme terhadap
kelompok tersebut, dalam bahasa agamanya
berarti ta’asub hizbiyyah atau fanatic
terhadap suatu golongan atau kelompok.
Sebagai contoh: ada sekelompok orang yang menimba ilmu terhadap satu orang guru saja, maka apa yang disampaikan oleh
guru tersebut akan ditelan bulat bulat sehingga menjadi sebuah
pedoman/ketetapan hukum sehingga ia tidak akan menerima pendapat atau masukan dari orang lain, ini
adalah cikal bakal perpecahan dikalangan umat. Coba bayangkan jika ada sepuluh
orang yang bersilang pendapat
mempertahankan pendapatnya masing masing tanpa merujuk pada suatu ketetapan
hukum yang pasti maka akan terjadi suatu pertikaian alangkah baiknya jika
perbedaan pendapat tersebut dijadikan khasanah dalam persatuan.
Banyaknya kelompok kelompok yang ada pada zaman
ini membuat mereka sendiri kebimbangan
apakah yang dilakukannya itu benar atau salah, Allah meridhoi atau tidak. Mereka saling berselisih, bermusuhan,
membenci dan tidak bertegur sapa. Setiap kelompok memahami suatu perkara sesuai degan pemahaman versi mereka masing
masing dan merasa bangga dengan pendapatnya padahal belum tentu yang mereka
anggap baik itu baik menurut Allah dan Rasul-Nya.
Kita bangga bahwa umat islam dinegara kita merupakan
yang terbesar didunia, mengalahkan arab Saudi, Mesir dan Negara Negara islam dibelahan dunia lainnya.
23.17
Unknown
Posted in: 

0 komentar:
Posting Komentar